Mengenal Suku Bunga dan Cara Menghitungnya dengan Mudah

Cara Menghitung Bunga Bank

Seiring dengan banyaknya lembaga perbankan dan finansial yang tumbuh beberapa waktu belakangan, membuat pertumbuhan ekonomi masyarakat semakin menggeliat dan terus bertumbuh seiring dengan berjalannya waktu.

Masyarakat juga semakin dimudahkan dengan proses pinjaman dan serta bunga yang dapat disesuaikan dengan masa tenor dari peminjaman yang dilakukan. Sebelum meminjam, masyarakat hendaknya mengetahui dan memiliki wawasan seputar peminjaman.

Bacaan Lainnya

Wawasan yang berkaitan dengan teknis peminjaman itu dapat menjadi acuan, supaya nantinya menjadi mudah ketika melakukan proses pembayaran pinjaman. Masyarakat umumnya perlu mengetahui cara menghitung bunga bank secara mandiri.

Dengan mengetahui perhitungan bunga secara mandiri tersebut, nantinya dapat diputuskan pembayaran yang dilakukan serta jangka waktu yang dapat ditetapkan untuk melunasinya.

Jenis Bunga Pinjaman

Masyarakat perlu mengetahui terlebih dahulu, apa saja sih jenis bunga pinjaman itu? Karena bunga pinjaman ini yang nantinya akan masuk dalam klausul pembayaran pinjaman yang telah disepakati.

Nah, suku bunga pinjaman berdasarkan sifatnya yang sering ditemui di lapangan ada 2 macam, yakni :

  1. Bunga yang tetap atau fixed

    Pada jenis bunga pinjaman yang ini, perhitungan bunga pinjaman tetap stabil pada persen yang sama seperti halnya kesepakatan di awal.
    Adapun bunga pinjaman jenis ini memberikan keuntungan bagi nasabah peminjam, karena tidak perlu khawatir bunga pinjaman akan meningkat. Namun, resiko bagi nasabah bila suku bunga pasaran menurun namun bunga pinjaman tersebut masih tetap.
    Adapun jenis bunga pinjaman ini banyak ditemui pada pinjaman berbentuk KPR atau Kredit Pemilikan Rumah, kredit untuk kendaraan serta kredit tanpa agunan (KTA).

  1. Bunga pinjaman yang mengambang atau floating

    Jenis bunga pinjaman yang satu ini memiliki nilai persen yang berubah-ubah pada tempo pembayaran cicilan, yang mana bunga tersebut disesuaikan dengan keadaan suku bunga yang berada di pasaran luas.
    Adapun nasabah akan memperoleh nilai persen yang berubah yang diseimbangkan dengan nilai suku bunga di pasaran. Namun, nasabah pada akhirnya tidak dapat menikmati keuntungan kompetitif dari adanya jenis suku bunga satu ini.
    Biasanya jenis bunga ini ditemui pada pinjaman yang ditawarkan dalam bentuk kredit untuk modal usaha,

Cara Mudah Menghitung Bunga Bank

Nah, setelah mengetahui jenis suku bunga tadi, kali ini akan dijelaskan mengenai cara menghitung bunga bank secara mudah, sehingga dapat bermanfaat bagi nasabah sebelum melakukan pinjaman. Langsung saja simak di bawah ini!

  • Menghitung bunga flat

    Salah satu cara menghitung bunga yakni bunga flat yang mana bunga pinjamannya akan sama di setiap jangka waktunya. Bunga flat ini cenderung ditemui pada pinjaman yang sifatnya kredit non agunan. Rumusnya yakni:
    Pinjaman yang dibayarkan per bulan = (P x l x t) / jb
    P= pokok dari pinjaman
    l= suku bunga
    t= jumlah tenor kredit
    jb= hitungan bulan pada tenor kredit
    Bila pinjaman sebesar Rp. 100.000.000 dengan tenor atau masa pinjaman 12 bulan serta bunga sebesar 15%, maka berapa pembayaran setiap bulannya?
    Hitunglah terlebih dahulu pokok pinjaman dengan membagi Rp. 100.000.000/12 yang hasilnya 8,3 juta per bulan. Kemudian hitung bunga per bulan yang harus dibayarkan dengan mengalikan Rp. 100.000.000 x 15% yang hasilnya Rp. 15.000.000.
    Setelah itu Rp. 15.000.000 dibagi 12 bulan sehingga hasil bunga yang dibayarkan yakni Rp. 1.250.000 per bulannya. Adapun pembayaran yang dilakukan setiap bulannya yakni Rp. 8.300.000 dan Rp. 1.250.000 = Rp. 9.583.000.

Demikian tadi informasi tentang cara menghitung bunga bank dan jenis dari bunga pinjaman yang dapat menjadi informasi yang bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *