Ketahui Cara Menghitung Bunga Tabungan atau Pinjaman

  • Whatsapp
Cara Menghitung Bunga

Saat ini Kita mengenal tabungan untuk membantu menyimpan uang Kita dengan mudah, nyaman dan aman. Selain bisa menyimpan uang dengan aman, ada beberapa keuntungan lainnya yang bisa Kita dapatkan jika menabung di bank yaitu bisa memperoleh bunga. Berikut ulasan tentang cara menghitung bunga.

Cara Menghitung Bunga Tabungan Atau Pinjaman Di Bank

Jika Anda menabung atau meminjam sejumlah dana di bank maka akan mendapatkan atau dikenakan bunga. Agar lebih mudah, Kita akan menggunakan contoh soal yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Bacaan Lainnya

Sebuah bank memberikan suku bunga sebesar 6 persen per tahun. Fika menabung di bank tersebut dengan jumlah simpanan sebesar Rp.1.500.000,-. Berapa jumlah bunga dan besar tabungan yang akan diterima oleh Fika setelah menabung dalam jangka waktu 3 bulan?

Jawaban:

  • Bunga

    Bunga (B) = Suku bunga (%B) x banyak bulan :12 x modal awal
    Bunga (B) = 6% x 3 / 12 x 1.500.000
    Bunga (B) = 6/100 x 3 / 12 x 1.500.000 = 22.500
    Jadi besar jumlah bunga yang akan diterima oleh Fika setelah menabung di bank tersebut selama 3 bulan adalah Rp.22.500,-

  • Tabungan Akhir

    Tabungan Akhir = Tabungan Awal + Bunga (B)
    Tabungan Akhir = 1.500.000+22.500 = 1.522.500
    Jadi jumlah Tabungan Akhir yang akan diterima oleh Fika setelah menabung selama 3 bulan di bank tersebut adalah sebesar Rp. 1.522.500,-

Lalu Bagaimana Cara Menghitung Bunga Pinjaman Di Bank?

Untuk perhitungan bunga pinjaman di bank tentu berbeda dengan cara menghitung bunga tabungan atau simpanan di bank. Berikut ini akan Kita ulas tentang bagaimana cara untuk menghitung bunga pinjaman yang Anda lakukan di bank. Sebelumnya ketahui terlebih dahulu bahwa jenis bunga pinjaman di bank ada dua jenis yaitu bunga pinjaman flat dan bunga pinjaman efektif.

  1. Menghitung bunga pinjaman flat
    Pak Irfan mengajukan kredit pinjaman tanpa jaminan sebesar 120 juta rupiah dengan memilih jangka waktu untuk pelunasan adalah selama 12 bulan. Sedangkan untuk beban bunga flat yang dimiliki adalah sebesar 10% setiap tahunnya. Maka jumlah yang harus dibayarkan oleh Pak Budi adalah sebagai berikut.
    • Jumlah pinjaman : 120 juta
    • Bunga per tahun = 10 %
    • Jangka waktu = 12 bulan
    • Cicilan pokok = Rp.120.000.000 : 12 = 10 juta per bulan
    • Bunga = (Rp.120.000.000×10%) : 12= 1 juta per bulan
    • Angsuran setiap bulan = Rp.10 juta + Rp. 1 juta = Rp. 11 juta

Jika pinjaman dilakukan dengan memilih bunga flat maka jumlah angsuran yang harus dibayarkan oleh Pak Irfan setiap bulannya selama 1 tahun adalah sejumlah Rp. 11 juta. Bunga flat tak mengalami perubahan setiap bulannya karena bersifat tetap.

  1. Menghitung bunga pinjaman efektif
    Pak Irfan mengajukan kredit pinjaman KPR sebesar 120 juta dengan jangka waktu kredit selama 12 bulan. Bunga efektif yang dikenakan adalah sebesar 10 % per tahun. Berapa jumlah angsuran Pak Irfan setiap bulannya?
    • Pokok pinjaman = Rp. 120 juta
    • Bunga efektif per tahun = 10 %
    • Tenor pinjaman = 12 bulan
    • Cicilan pokok = Rp.120.000.000 : 12 bulan = 10.000.000 per bulan

Bunga bulan ke 1
((Rp.120.000.000-((1-1)x Rp.10.000.000))x10%:12=Rp.1.000.000
Maka jumlah angsuran Pak Irfan di bulan ke 1 adalah sebesar Rp. 1.100.000,-
Bunga bulan ke 2
((Rp.120.000.000-((2-1)xRp.10.000.000))x10%:12= Rp.916.667
Maka jumlah angsuran yang harus dibayarkan oleh Pak Irfan pada bulan ke 2 adalah sebesar Rp.1.961.667,-
Begitu seterusnya, jumlah besaran angsuran akan terus berkurang karena semakin lama akan semakin sedikit. Sekian cara menghitung bunga tabungan dan pinjaman di bank.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *