Cara Menghitung Pajak Mobil secara Tepat

Cara Menghitung Pajak Mobil

Ketika sudah memiliki mobil yang diidam-idamkan, tentunya ada sejumlah budget yang harus dikeluarkan, salah satunya mengenai pajak. Terkadang, banyak di antara kita yang masih bingung dengan nominal pajak yang harus ditanggung.

Secara umum, ada tiga jenis pajak yang dibebankan kepada para pemilik kendaraan mobil ini, yakni pajak pertama kali, pajak tahunan, dan pajak setiap lima tahun. Berikut ulasan dan contoh cara menghitung pajak mobil.

Pajak Mobil Pertama Kali

Pembayaran pajak kendaraan untuk pertama kali tentunya akan lebih tinggi dibanding pajak setelahnya. Hal ini terjadi karena memang ada komponen pembayaran pajak yang hanya akan dibebankan pada pembayaran pertama.

Adapun komponen yang dimaksud di antaranya adalah biaya penerbitan surat tanda nomor kendaraan (STNK), biaya pembuatan tanda nomor (plat nomor), dan biaya balik nama. Berikut rincian komponen pajak yang lainnya.

  1. Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN KB) sebesar 10% dari harga jual mobil
  2. Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar 2% dari nilai jual mobil
  3. Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) sebesar Rp143.000,-
  4. Biaya administrasi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) sebesar Rp100.000,-
  5. Biaya pengesahan serta penerbitan Surat Tanda Nomor Kendaraan sebesar Rp50.000,- + Rp200.000,-

Adapun cara menghitung pajak mobil pada komponen BBN KB maupun PKB biasanya disesuaikan kembali dengan tarif pajak yang ditentukan oleh masing-masing daerah sehingga besarannya bisa berbeda-beda.

Pajak Mobil Tahunan

Pada pajak tahun berikutnya, penghitungannya akan jauh lebih sederhana. Dengan besaran yang sama seperti pada pajak tahun pertama, Anda hanya perlu membayar pajak dengan rumus: SWDKLLJ + PKB + biaya administrasi.

SWDKLLJ masih terhitung Rp143.000, PKB adalah 2% dari nilai jual mobil, serta tambahan biaya administrasi. Tentunya biaya ini juga di luar denda yang akan terbayar jika Anda terlambat menyelesaikan pembayaran pajak tepat waktu.

Pajak Mobil 5 Tahun

Di samping pajak tahunan yang dibayarkan rutin per tahun, setiap lima tahun sekali para pemilik mobil dan kendaraan bermotor lainnya juga akan dikenakan biaya pajak perpanjangan STNK. Adapun besaran pajak yang digunakan pada setiap penghitungan 5 tahun ini adalah:

PKB + SWDKLLJ + Biaya pengesahan STNK + Biaya administrasi TNKB + Biaya penerbitan STNK + Biaya administrasi lain

Sederhananya, penghitungan pajak yang dilakukan pada tahun kelima ini adalah total besaran pajak yang dibayarkan tahun sebelumnya di STNK, lalu ditambah dengan biaya administrasi TNKB, biaya penerbitan STNK dan biaya administrasi lainnya.

Adapun besaran untuk biaya tambahan ini adalah Rp100.000,- untuk biaya administrasi TNKB, Rp200.000,- untuk biaya penerbitan STNK, dan Rp50.000,- untuk biaya pengesahannya.

Pedoman Pembayaran Pajak Mobil

Pada saat Anda akan membayarkan pajak mobil, setidaknya ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama, pastikan Anda membawa identitas diri sesuai dengan nama pada STNK mobil. Meskipun bukan pemilik, namun biasanya Anda masih bisa membayarkan pajak kendaraan tersebut.

Hal yang cukup berbeda pada saat Anda akan melakukan balik nama atau pada saat pembayaran pajak 5 tahunan. Tidak jarang beberapa institusi juga akan memeriksa kondisi kendaraan sebelum Anda membayarkan pajak.

Selain itu, pastikan juga untuk senantiasa tepat waktu pada saat melakukan pembayaran pajak. Jangan sampai Anda kena denda karena pastinya ada perbedaan cara menghitung pajak mobil dengan tambahan biaya. Nah, semoga bermanfaat!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *