Cara Menghitung PPN dan PPh Secara Mudah

Cara Menghitung PPN dan PPh

Pajak merupakan hal yang sudah sangat akrab dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya pajak, semua pembangunan akan dapat berjalan dengan lancar serta tersedianya perlindungan sosial dan ekonomi.

Ada berbagai jenis pajak yang sering kita temui, beberapa diantaranya adalah PPN (Pajak Pertambahan Nilai) dan PPh (Pajak Penghasilan). Keduanya sering kali memiliki hubungan yang cukup erat satu sama lain dan banyak dicari penghitungannya. Sebelum kita cari cara menghitung PPN dan PPh yang mudah, berikut sedikit ulasan pemahamannya.

PPN (Pajak Pertambahan Nilai)

Secara definisi, PPN merupakan pajak yang dikenakan untuk setiap barang dan jasa yang mempunyai pertambahan nilai baik dari konsumen dan produsen. Sering kali, PPN disebut juga Value Added Tax (VAT) atau Goods and Service Tas (GST).

PPN sendiri merupakan jenis pajak tidak langsung, artinya iuran pajak disetorkan oleh pihak lain yang bukan penanggung pajak. Dengan demikian, Anda sebagai wajib pajak tidak perlu langsung menyetorkannya ke badan pajak.

Pengenaan PPN tidak boleh sembarangan. Ada tarif yang sudah ditetapkan serta adanya regulasi atau dasar hukum tertulisnya. Adapun dasar hukum yang dimaksud adalah UU Nomor 42 tahun 2009 yang mengatur objek PPN, tarif, tata cara pelaporan, dan sebagainya.

Berdasarkan UU tersebut, dapat dilihat jika tarif PPN sebesar 10%. Akan tetapi, ada juga tarif PPN sebesar 0% yang dikenakan pada barang-barang tertentu seperti ekspor barang kena pajak (BKP) berwujud, ekspor BKP tidak berwujud, dan ekspor jasa kena pajak.

Untuk menghitung PPN, rumus yang digunakan adalah: tarif PPN x Dasar Pengenaan Pajak (DPP). Dengan kata lain, rumus yang dipakai adalah 10% x DPP. Berikut contoh kasus dan penghitungannya.

  • Persada merupakan suatu perusahaan kena pajak yang menjual BKP kepada PT. Arrayan. Adapun harga BKP yang dijual adalah Rp100.000.000,-. Maka, PP terutang yang dipungut oleh PT Persada dari PT Arrayan adalah:

10% x Rp100.000.000,- = Rp10.000.000,-

PPh (Pajak Penghasilan)

Setelah mengetahui cara menghitung PPN, maka kita akan memahami kembali apa itu PPh dan bagaimana penghitungannya. Seperti yang kita tahu, cara menghitung PPN dan PPh memiliki rumus dan kalkulasinya sendiri yang membuat beberapa orang kesulitan. Oleh karena masih banyak yang merasa jika penghitungan Pajak PPh ini rumit, berikut ulasan pengertian dan penghitungannya.

  • PPh atau Pajak penghasilan merupakan pajak yang dibebankan dari suatu penghasilan wajib pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar negeri. Adapun pajak ini dikenakan pada sejumlah objek pajak seperti gaji, laba usaha, hadiah undian, penghasilan transaksi saham, dan sebagainya.
  • Selain itu, jenis pajak PPh ini pun beragam dan cukup rinci, yakni PPh 21, PPh 22, PPh 23, PPh Final Pasal 4 ayat (2), PPh Final 23/2018, PPh 15, PPh 24, PPh 25, dan PPh 26. Semuanya memiliki ketentuan, tarif, dan rumus yang berbeda.
  • Adapun pajak PPh yang sering kita dengar di antaranya adalah PPh 21 yang merupakan jenis pajak terhadap penghasilan seperti gaji, upah, honorarium, tunjangan dan pembayaran lainnya yang diterima oleh pegawai.

Penghitungannya pun tidak boleh asal, harus disesuaikan dengan kondisi karyawan sebagai wajib pajak seperti status pekerjaan, status keluarga, hingga jumlah penghasilan dalam tiap bulannya. Demikian sedikit penjelasan mengenai cari cara menghitung PPN dan PPh yang mudah dan cepat. Pastikan Anda memahami perhitungan pajak tersebut ya!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *