Cara Over Kredit Mobil Untuk Kegiatan Jual Beli

Cara Over Kredit Mobil

Over kredit merupakan jual beli kendaraan yang masih dalam cicilan. Biasanya over kredit ini dilakukan untuk kendaraan mobil. Pada umumnya, over kredit ini dilatari masalah finansial sehingga membuat pemilik kendaraan mobil tidak lagi sanggup membayar cicilan.

Cara Kerja Over Kredit

Melakukan cara over kredit mobil dilakukan dengan cara mengalihkan status kredit dari orang pertama ke orang kedua. Pihak pertama mendapatkan uang sebagai bentuk kompensasi. Kompensasi tersebut bisa berupa uang cash yang dianggap pengganti atas DP atau down payment. DP ini sendiri yang sudah dikeluarkan sebelumnya dan sejumlah jenis angsuran lain yang sudah dibayarkan sebelumnya.

Lalu selanjutnya, orang kedua yang melanjutkan pelunasan semua sisa cicilan. Baik itu mobil yang baru atau mobil second atau mobil bekas, keduanya pantas dilindungi dengan memakai asuransi mobil. Dengan asuransi mobil, maka bisa akan menjamin seseorang dari berbagai pengeluaran yang bisa membebani kondisi keuangan.

Lebih singkatnya dalam over kredit ini, pembeli mengambil alih semua sisa utang dari pihak pemilik pertama. Sementara pemilik pertama tak memiliki kewajiban untuk membayar kembali cicilan karena telah dialihkan ke pihak pembeli/ pihak kedua.

Tips Aman Pada Saat Over Kredit Kendaraan Mobil

Tindakan satu ini melibatkan pengalihan terhadap sebuah pembayaran, sehingga sebaiknya setiap kesepakatan yang melatari over kredit harus tegas, jelas dan resmi. Di bawah ini ada beberapa tips yang perlu diperhatikan ketika ingin over kredit.

Dilakukan Melalui Peran Kreditur

Lebih baik pastikan semua transaksi melibatkan pihak leasing atau bank agar transaksi menjadi resmi. Ada tujuan lainnya yaitu supaya lembaga keuangan dapat menganalisis pihak calon pembeli dan menolaknya jika calon pembeli kurang layak dari aspek finansial. Hal ini diperlukan demi menghindari kredit macet. Tetapi jika memang pihak kedua sudah dinilai layak, maka pengajuan kreditur bisa diproses dan pengajuan over kredit bisa dilanjutkan.

Sebisa Mungkin Mengikuti Hukum

Ketentuan hukum harus dipatuhi terkait pengalihan utang. Lebih baik hindari mekanisme cara over kredit mobil yang tidak mempunyai kekuatan hukum. Perbuatan satu ini bisa dianggap juga melanggar karena beberapa cara membuat kendaraan yang terhutang ialah jaminan utang bank/ leasing. Kalau ada masalah karena over kredit seperti itu misal di bawah tangan, maka bank bisa menggugat orang/ pihak pertama terhadap ganti rugi.

Memastikan Pihak Penjual Tak Terlibat Masalah Serius

Memastikan pemilik mobil tak ada permasalahan dalam urusan pembayaran kredit itu cukup penting. Jika memang ada, pemilik mobil harus menyelesaikan kewajiban mereka terlebih dahulu. Hal ini perlu dilakukan sebelum memproses over kredit. Kalau ada cicilan dari pihak pertama yang belum diselesaikan, minta pihak pertama melunasinya lebih dahulu.

Sama juga jika terdapat denda keterlambatan terhadap pembayaran cicilan, pihak pertama perlu menyelesaikannya. Sebab, nama debitur sebagai pemberi kredit bisa kena dampaknya kalau cicilan pembayaran dari pihak yang baru menunggak atau macet.

Pastikan Pembiayaan Sebelumnya Transparan

Untuk pihak pertama maka sebaiknya menyediakan semua informasi pembayaran sejak dari bulan pertama, jumlah DP serta pembiayaan lainnya. Sehingga terdapat transparansi jelas yang bisa mendukung lancarnya transaksi. Akan lebih baik jika orang kedua dapat mengetahui kisaran harga pasaran saat itu. Sehingga bisa menghindar dari kemungkinan kerugian finansial karena harga penawaran terlalu tinggi.

Memeriksa Semua Dokumen Beserta Kelengkapan Mobil

Sesuai melakukan pemeriksaan kredit penjual, cara over kredit mobil yang tepat yaitu memperhatikan dokumen-dokumen administrasi sudah lengkap dan juga surat-surat lainnya. Dokumen-dokumen yang diperlukan biasanya berbeda pada setiap leasing atau bank. Jadi perhatikan dengan baik dan jangan sampai terlewat sedikit pun.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *