Mengidentifikasi Denyut Jantung Normal

Denyut Jantung Normal

Denyut jantung bisa jadi salah satu indikator paling akurat mengukur kondisi kesehatan dan tingkat kebugaran. Meski begitu, denyut jantung normal tidak dapat disamakan antara satu dan yang lain. Cara menghitungnya dengan merujuk pada berapa kali terjadi detakan per menitnya. Kondisi kinerja jantung dilihat dari beberapa faktor seperti usia dan aktivitas.

 Ketahui Indikasi Denyut Jantung Normal

  1. Kinerja jantung orang dewasa dalam kondisi biasa

    Jantung orang dewasa setiap menit akan berdetak sebanyak 60 sampai 100 kali pada situasi biasa tanpa aktivitas fisik berarti. Namun demikian, para atlet yang terbiasa melakukan latihan fisik ternyata memiliki detak jantung relatif di bawah rata-rata, yakni per menitnya diperkirakan 40 kali jika sedang beristirahat.
    Ada banyak faktor yang bisa memicu terjadinya perbedaan detak jantung. Beberapa di antaranya seperti kebugaran, suhu udara, posisi tubuh saat berbaring atau berdiri, konsumsi obat-obatan, bobot tubuh, aktivitas rutin, dan bahkan emosi. Kinerja jantung para pekerja kantoran jelas tidak akan sama dengan pekerja di lapangan.

  1. Kinerja jantung orang dewasa saat berolahraga

    Umumnya detak jantung orang dewasa ketika berolahraga cukup bervariasi sesuai usia. Pada rentang umur 20 sampai 35 tahun, diperkirakan 95 sampai 170 kali setiap menitnya. Sementara yang berusia 35 hingga 50 tahun berkisar pada angka 85 hingga 155 setiap menitnya. Adapun lansia di atas 60 tahun, jumlah detakannya setiap menit diperkirakan 80 sampai 140 kali.
    Meningkatnya denyut jantung normal pada saat berolahraga dibanding kondisi biasa karena adanya kenaikan kebutuhan tubuh akan asupan oksigen. Akibatnya, jantung bekerja relatif lebih cepat dalam rangka memenuhi kebutuhan tersebut.

  1. Kinerja jantung anak-anak

    Perbedaan kinerja jantung ternyata juga terjadi pada anak-anak dengan spesifikasi berdasarkan kelompok usia dan beban aktivitas rutin harian. Perkiraan detak jantung ini akan terus mengalami perubahan hingga memasuki usia 10 tahun dengan asumsi berada pada situasi biasa tanpa aktivitas fisik berlebihan.
    Untuk bayi yang baru lahir sampai berumur 1 bulan, detak jantung per menit kisaran 70 sampai 190 kali. Memasuki usia 1 sampai 11 bulan, detaknya menjadi 80 hingga 160 kali. Sementara pada usia 1 sampai dua tahun diperkirakan 80 hingga 130 kali per menit. Usia 3 sampai 4 tahun sekitar 80 sampai 120 kali.
    Di sisi lain, denyut jantung normal usia 5 sampai 6 tahun sekitar 75 hingga 115 kali per menit. Usia 7 sampai 9 tahun detak jantung per menit 75 hingga 100 kali. Sementara itu, anak berusia 10 tahun ke atas diperkirakan 60 sampai 100 kali. Situasi demikian akan berubah lagi ketika telah beranjak dewasa.

  1. Irama jantung teratur

    Detak yang teratur dikendalikan oleh sistem listrik jantung. Jika detak jantung dirasa normal, itu berarti kinerjanya berfungsi secara optimal. Kenormalan tersebut sebenarnya bisa dirasakan dari keseragaman irama pada setiap ketukan. Dengan kata lain, tidak ada detak tambahan yang mengintervensinya.

  1. Irama jantung terganggu

    Irama jantung ternyata juga bisa mengalami gangguan, di mana indikasinya menjadi terlalu cepat, acak, lambat, atau bahkan berhenti sama sekali. Gangguan irama ini dikenal juga dengan istilah aritmia dalam dunia medis. Penyebabnya sangat bervariasi seperti tekanan darah tinggi.

Irama denyut jantung normal bisa saja terganggu pada kondisi khusus. Beberapa indikasi spesifiknya akibat gangguan tiroid, perubahan struktur kardiomiopati, riwayat penyakit jantung, gangguan elektrolit, konsumsi obat-obatan atau alkohol, konsumsi kafein, dan gagal jantung. Untuk itu, penting bagi setiap individu menjaga kesehatan secara mandiri agar tidak berujung sesal di kemudian hari.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *